Ditulis oleh:
Universitas Pendidikan Indonesia
Kecerdasan emosional bukan tentang tidak pernah marah, tapi tentang tahu kapan marah, bagaimana marah, dan kepada siapa marah โ serta tahu cara pulih setelahnya.
Video: Teknik dasar mengelola emosi dari ahli psikologi
Karakteristik orang dengan kecerdasan emosional tinggi.
Tanda-tanda yang perlu diperbaiki.
Berhenti sejenak. Jangan reaksi langsung.
Ambil 3 napas dalam. Hitung 4-7-8.
Amati apa yang terjadi di tubuh dan pikiran.
Lanjutkan dengan respons yang lebih bijak.
Setelah STEP 3, coba beri nama emosi: "Saya sedang merasa frustrasi" atau "Ini adalah kecemasan". Menamai emosi mengurangi intensitasnya hingga 50%.
Mengenali emosi sendiri dan dampaknya
Mengontrol impuls & mengatur emosi
Memahami perasaan orang lain (empati)
Membangun & memelihara hubungan baik
Kembali ke saat ini ketika emosi melanda
Quick Tip:
Ketika panik, coba hitung mundur dari 100 dengan melompati 3 angka (100, 97, 94...). Butuh konsentrasi yang mengalihkan dari emosi.
Konteks lokal mengelola emosi
Perluas kosakata emosi untuk meningkatkan self-awareness:
Marah
kesal > frustrasi > marah > murka
Sedih
kecewa > sedih > depresi > putus asa
Cemas
khawatir > gugup > cemas > panik
Senang
puas > senang > bahagia > euforia
Praktik Harian:
Di akhir hari, tanyakan: "Hari ini saya terutama merasa ______ karena ______."
Akuilah emosi yang muncul tanpa menghakimi
Izinkan emosi ada tanpa melawan atau menekan
Selidiki dengan rasa ingin tahu: "Di mana saya merasakan ini di tubuh?"
Berikan kebaikan pada diri sendiri seperti pada teman yang sedang susah
"Emosi seperti gelombang - mereka datang, puncak, lalu berlalu. Tugas kita bukan menghentikan gelombang, tapi belajar berselancar di atasnya."
"Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan emosi tanpa dikuasainya, mengenali perasaan orang lain tanpa tenggelam di dalamnya, dan merespons dengan bijak daripada bereaksi secara impulsif."
Tag: #emotionalintelligence #selfmanagement #mindfulness