Ditulis oleh:
Universitas Negeri Semarang
βSemua orang ingin didengar, tetapi tidak semua orang benar-benar mau mendengarkan. Listen to understand, not to reply.β
Kita hidup di zaman ketika semua orang ingin didengar. Kita ingin pendapat dihargai, cerita diperhatikan, dan perasaan dipahami. Tetapi ada satu masalah:
Kadang ketika seseorang berbicara, tubuh kita memang diam, tetapi pikiran kita sibuk: "Nanti saya jawab apa?", "Saya juga pernah ngalamin itu!", "Kapan dia selesai ngomong?"
Itulah perbedaan antara Mendengar (menerima suara) dan Mendengarkan (berusaha memahami makna di baliknya).
Julian Treasure membahas conscious listening dan teknik RASA.
Video: Julian Treasure (TED)
Saat teman bilang "Kemarin aku gagal presentasi", otak kita sering langsung mikir: "Aku juga pernah. Kalau aku jadi dia, bakal ku lakuin ini."
Tanpa sadar, kita sudah berhenti mendengarkan dan sibuk menulis respons di kepala kita sendiri, padahal dia belum selesai ngomong.
Jangan langsung nyamber. Beri jeda 1-3 detik setelah dia selesai bicara. Kasih waktu otak buat memproses: Paham β Proses β Respons.
Ulangi intinya: "Jadi kamu ngerasa kewalahan karena tugas numpuk barengan?" Ini nunjukkin kalau kamu beneran nangkap pesannya.
Jebakan umum. Kadang orang cuma butuh Listener, bukan Problem Solver. Tanyakan: "Kamu mau aku dengarkan dulu atau kasih pendapat?"
Teman: "Aku stres." Kamu: "Ih, aku lebih stres lagi!"
Percakapan itu bukan kompetisi penderitaan. Biarkan dia yang jadi bintang utama di ceritanya.
Celeste Headlee membahas kehadiran penuh dan penggunaan pertanyaan terbuka.
R β Receive Terima pesan dengan penuh perhatian (taruh HP).
A β Appreciate Beri tanda kamu dengerin ("Hmm", "Oh ya?").
S β Summarize Ringkas intinya ("Jadi intinya...").
A β Ask Ajukan pertanyaan lanjutan ("Terus apa yang terjadi?").
D β Diam sejenak (jangan menyela)
E β Ekspresikan perhatian (kontak mata)
N β Nilai makna (apa yang sebenernya dirasain?)
G β Gunakan parafrase ("Maksudmu...")
A β Ajukan pertanyaan terbuka
R β Respons dengan empati (jangan nge-judge)
Situasi: "Aku gagal interview."
β "Makanya belajar."
β "Bagian interview mana yang paling bikin kesulitan?"
Situasi: "Aku capek banget sama organisasi."
β "Ya keluar aja."
β "Apa yang paling bikin kamu capek sekarang?"
Situasi: "Ideku nggak pernah didengar."
β "Jangan baperan."
β "Apa yang terjadi sampai kamu merasa gitu?"
Situasi: "Takut nggak bisa kelarin skripsi."
β "Santai, semua juga bisa lulus kok."
β "Bagian bab mana yang paling bikin kamu khawatir?"
Pola: Jangan langsung menyelesaikan masalah. Pahami masalahnya terlebih dahulu.
Selama 1 hari penuh, saat ada orang bercerita, jangan kasih nasihat apapun! Sebaliknya, lakukan 3 hal ini:
βMendengarkan bukan sekadar memberi telinga.
Mendengarkan adalah memberikan perhatian dan membuat orang lain merasa bahwa suaranya benar-benar berarti.β
Ketika seseorang merasa didengarkan, ia dihargai. Ketika dihargai, kepercayaan terbentuk. Dan itulah kunci komunikasi efektif.
Uji pemahaman diri Anda lewat kuis singkat terkait topik ini.
Ambil Kuis Sekarang