Ditulis oleh:
Universitas Negeri Semarang
βOtak kita dirancang untuk memecahkan masalah. Tetapi kadang-kadang, ia terus mencari jawaban untuk sesuatu yang sebenarnya tidak bisa diselesaikan dengan berpikir lebih lama.β
Pernah mengalami ini? Sudah mengirim pesan: "Makasih ya."
Lima menit kemudian: "Tadi aku terlalu singkat nggak ya?"
Satu jam kemudian: "Dia jawabnya cuma 'oke'. Jangan-jangan dia marah?"
Malam hari: "Tadi waktu presentasi aku salah ngomong. Semua orang pasti menganggap aku bodoh."
Besok: "Bagaimana kalau nanti gagal?"
Dan akhirnya... masalahnya belum selesai, tetapi otaknya sudah bekerja lembur. π΅βπ«
Itulah yang sering kita sebut: OVERTHINKING.
Secara sederhana, overthinking adalah ketika proses berpikir menjadi: berulang + sulit dihentikan + tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.
"Besok ada presentasi. Apa yang perlu dipersiapkan?"
β Bikin outline β Latihan β Perbaiki slide.
(Ada Tindakan)
"Bagaimana kalau jelek? Bagaimana kalau lupa? Bagaimana kalau ditertawakan?"
Pikiran bergerak, tetapi kita tidak bergerak.
(Nol Tindakan)
Kenapa otak suka overthinking? Karena otak sebenarnya sedang mencoba melindungi kita. Ketika situasi terasa tidak pasti, otak berusaha keras mencari rasa aman. Masalahnya: Otak tidak tahu kapan harus berhenti.
"Apakah dia marah?" Kita tidak tahu. Otak benci ketidakpastian, makanya dia mulai bikin kemungkinan: "Mungkin dia marah, mungkin bosan." Otak memperlakukan kemungkinan seolah-olah kenyataan.
"Bagaimana kalau gagal?" β "Bagaimana kalau masa depan rusak?" Satu pertanyaan beranak jadi 20 skenario buruk tanpa ujung.
"Kenapa tadi aku melakukan itu? Seharusnya aku..."
"Bagaimana kalau nanti gagal?"
Karena kita merasa "Aku sedang memikirkan masalah." Padahal itu Berpikir Berputar, bukan Berpikir Produktif. Banyak aktivitas mental, tapi nol langkah ke depan.
Otak suka membuat cerita yang tidak akurat:
Jangan langsung percaya pikiranmu. Kasih jarak.
β "Dia pasti membenciku."
β "Aku sedang memiliki pikiran bahwa dia mungkin membenciku."
Kamu bukan pikiranmu!
BISA DIKONTROL: Persiapan, usahamu. β LAKUKAN (Tindakan Kecil).
TIDAK BISA: Pikiran orang, masa lalu. β LEPASKAN.
Ganti "Gimana kalau skripsi gagal?" menjadi "Apa 1 tindakan kecil yang bisa kulakukan hari ini?"
Jadwalkan mikir jam 18:00. Kalau kepikiran jam 10 pagi bilang: "Nanti dipikirin jam 6 sore."
Kembali ke realita: Sebut 5 hal yang dilihat, 4 disentuh, 3 didengar, 2 dicium, 1 dirasa.
Otak butuh jeda fisik. Mandi, jalan kaki, denger lagu. Putus loop yang sama.
Takut presentasi?
Makin dipaksa hilang, makin nempel. Bayangin pikiran kayak π mobil lewat. Kamu cuma ngeliatin, gak perlu ikutan naik ke dalam mobilnya.
1. Pikiran apa? 2. Faktanya apa? 3. Bisa dikontrol? 4. Gak bisa dikontrol? 5. Tindakan kecil apa sekarang? Lalu tutup bukunya!
30 menit mikir masa lalu + 30 menit mikir masa depan + 30 menit peduli omongan orang = 90 Menit.
Tanya: "Apa yang kudapat dari 90 menit ini?"
Kalau jawabannya "Tidak ada" = Kamu baru bayar PAJAK MENTAL.
T - Tangkap: "Aku lagi overthinking."
A - Amati: "Faktanya apa nih?"
N - Nilai Kendali: "Bisa dikontrol gak?"
Y - Yang Dilakukan: "Tindakan terkecil apa sekarang?"
A - Alihkan: "Kembali ke aktivitas asal."
βTidak semua pikiran membutuhkan jawaban.
Sebagian hanya perlu disadari, diterima, lalu dilewatkan.β
Berhenti memikirkan hal yang sama tanpa kemajuan.
Ubah β "Bagaimana kalau gagal?" menjadi β
"Apa yang bisa kulakukan untuk meningkatkan peluang berhasil?"
Uji pemahaman diri Anda lewat kuis singkat terkait topik ini.
Ambil Kuis Sekarang